V-Class

Kamis, 21 Maret 2019

Analisis Berita

"Analisis Berita"

Disusun oleh

Khanza Haiqal Gifary
33418675/1ID09


Selasa 06 Februari 2018, 11:16 WIB

Kampung Pulo Jakarta Timur Banjir Sedada

Elza Astari Retaduari - detikNews
Foto: Banjir di RT 08/RW02 Kampung Pulo. Foto diambil sekitar pukul 10.00 WIB, Selasa (6/2/2018).

Jakarta - Debit Sungai Ciliwung yang cukup tinggi menyebabkan Kampung Pulo di Jakarta Timur ikut terendam banjir. Padahal Sungai Ciliwung yang kawasan Kampung Pulo telah dinormalisasi dan sudah jarang terkena imbas banjir.

Sigit mengabadikan gambar banjir di Kampung Pulo sekitar pukul 09.00 WIB pagi. Saat itu, banjir setinggi sedada orang dewasa.

Warga Kampung Pulo, Sigit Winarko menyatakan, banjir datang sejak semalam pukul 21.00 WIB, Senin (5/2). Dia dan keluarga mendapat informasi akan ada air kiriman dari Bogor sehingga mengungsi.

"Jam 9 malam. Kita udah ngungsi dari sebelumnya," ujar Sigit yang merupakan warga RT 08/RW02 kepada detikcom, Selasa (6/2/2018).

Kampung Pulo Jakarta Timur Banjir Sedada Foto: Banjir di RT 08/RW02 Kampung Pulo. Foto diambil sekitar pukul 10.00 WIB, Selasa (6/2/2018).
Bapak dua ini bermaksud mengecek rumahnya untuk mengambil barang-barang. Alangkah kagetnya, air sudah masuk ke rumah hingga sedada orang dewasa.

"Semalam saya keluar belum ada air. Pas balik mau beresin rumah, air udah sampai jalan, rumah sekarang sudah mati lampu," jelas Sigit.

Air dari Sungai Ciliwung membludak dan keluar ke jalan inspeksi hingga masuk ke permukiman warga. Barang-barang di rumah Sigit, termasuk milik anaknya yang berusia 9 tahun dan 3 bulan, sudah terendam.

Kampung Pulo Jakarta Timur Banjir Sedada Foto: Banjir di RT 08/RW02 Kampung Pulo. Foto diambil sekitar pukul 10.00 WIB, Selasa (6/2/2018).

"Baju anak saya yang bayi basah semua. Seragam dan alat sekolah kakaknya juga sudah terendam banjir," tuturnya.

Saat ini Sigit dan keluarga sudah kembali ke rumah saudaranya yang ada di Rusun Jatinegara. Dia masih menunggu air surut untuk membersihkan rumah.

Iin, warga Kebon Pala Kampung Melayu yang juga kena imbas banjir sedadaIin, warga Kebon Pala Kampung Melayu yang juga kena imbas banjir sedada Foto: Dok. Iin/pembaca detikcom
"Padahal kemarin yang Kampung Melayu dan Bidara Cina banjir, kita belum kena," sebut Sigit. (elz/fjp)

Sebab
Banjir dapat terjadi karena aliran sungai ataupun selokan tersumbat oleh sampah yang dibuang sembarangan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Sehingga ketika hujan deras tiba air tidak dapat mengalir dengan lancar. Oleh karenanya sungai ataupun selokan tidak dapat menampung air sehingga air tersebut meluap keluar, hingga menyebabkan jalan ataupun fasilitas umum lainnya terganggu akan kehadiran air yang menutupi jalan ataupun fasilitas umum lainnya. 

Akibat
Akibat dari banjir itu sendiri adalah seluruh aktifitas warga terganggu, menimbulkan berbagai macam penyakit, dan rusaknya fasilitas-fasilitas umum yang biasanya warga gunakan untuk beraktifitas. Selain hal itu banjir juga menyebabkan harta berharga milik warga habis terhanyut oleh banjir. Dan juga banjir dapat menyebabkan banyak korban meninggal dunia.

Referensi